Jumat, 20 Agustus 2010

Ikan Aligator

Katalog Ikan Hias






Agak sulit memang untuk membedakan jenis-jenis ikan aligator karena sepintas
akan tampak sama....
Secara teori memang ikan ini bisa mencapai panjang 3m, tapi kalo dipelihara
di akuarium saya rasa sulit mencapai hal itu.....
Perkembangan ikan juga sangat dipengaruhi oleh ruang geraknya...
Kalo di alam saya rasa ikan aligator ini akan bisa mencapai 3m karena tempat
yang didiaminya (sungai) itu sanga luas....
Pengalaman saya memelihara ikan ini di akurium (60X40X40 cm)...sewaktu
kecil, pertumbuhanya (panjang badannya) cepat...setelah mentok dengan ukuran
akuarium...pertumbuhan panjangnya seakan berhenti...sekarang ditaruh di
kolam juga pertumbuhan panjangnya sedikit sekali, prediksi saya karena
tempatnya kurang luas...hanya badanya saja yang menjadi gemuk.

Rupanya, ukuran ikan aligator yang panjangnya bisa mencapai 3m dan
bertampang seram tidak mengecilkan minat hobiis untuk memeliharanya dalam
akuarium. Di kala masih seukuran 20 hingga 50 cm memang ikan ini enak
dilihat, baik gerakannya sewaktu menangkap pakan hidup maupun corak tubuhnya
yang bervariasi. Persyaratan apa saja yang harus dipenuhi agar ia tetap
hidup sehat dan kerasan tinggal di akuarium? Berikut ini kiatnya.

Ikan buaya tidak sama dengan buaya atau aligator. Disebut ikan buaya karena
bentuknya mirip buaya. Di daerah asalnya ikan buaya yang pada sistematika
dimasukkan ke dalam keluarga lepisosteussidae ini di kenal sebagai gar fish.
Ia hidup liar di benua Amerika di perairan Sungai Mississippi hingga Rio
Grande Del Norte yang bermuara ke Teluk Meksiko. Diketahui ada 6 spesies gar
fish yang ditemukan di alam, diantaranya spotted gar (Lepisosteus oculatus)
yang tubuhnya bertotol-totol hitam, longnose gar yang moncongnya sangat
panjang, dan alligator gar yang panjang tubuhnya bisa mencapai 300cm. karena
variasi bentuk dan corak warna yang berbeda-beda itulah ikan ini banyak
dikoleksi sebagai ikan hias peliharaan di dalam akuarium kecil.
Kualitas air diutamakan.
Di habitat aslinya ikan aligator lebih banyak berdiam diri di dasar sungai
yang berair dangkal atau di sela-sela tumbuhan rawa. "Karena itu untuk
memeliharanya di akuarium tidak ada cara lain kecuali meniru sedapat mungkin
habitat aslinya," tutur Karim, pedagang ikan hias di Balai Rakyat,
Pasarminggu. Soal disatukan dengan ikan lain yang tidak sejenis menurut
Karim boleh saja asal ukurannya tidak terlalu kecil (seimbang). "Ia memang
bertampang seram, dan terlihat ganas sewaktu menangkap mangsa berupa
ikan-ikan hidup, tapi sebenarnya ia bisa bersahabat," tambah Karim.
Agar sifat ikan buaya dapat terkontrol, disamping pakan, kualitas air
akuarium dan asesori/pelengkapnya perlu diperhatikkan. Ke dalam akuarium
bisa diletakkan hamparan bebatuan supaya berkesan alami, serta dipasang kayu
api-api sebagai tempat berlindung. Kayu api-api dipilih karena selain tahan
pelapukan juga bentuknya indah dan bervariasi. Sedangkan untuk memantau
kualitas air yang merupakan bagian penting dari kehidupan ikan buaya perlu
ditambahkan alat-alat pengukur, sirkulasi, dan penyaring air.
Termometer selaku pengatur suhu bisa ditempatkan pada bagian sudut akuarium.
Dengan termometer ini suhu air yang dikehendaki ikan buaya berkisar 20 - 250
C dapat dijaga kestabilannya. Sementara sirkulator sebaiknya digunakan yang
berfilter. Filter yang bentuknya seperti kapas dan mengandung karbon aktir
ini berfungsi sebagai penyaring otoran dan mempertahankan kealakian air.
Tetapi bila kondisi air terlalu basa, maka pada butiran karbon bisa
ditambhkan Aqua-vital berbentuk serabut hingga pH air mengarah ke asam.
Kecuali alat-alat pengurkur di atas, didasar akuarium diletakkan pipa
penyedot supaya akuarium selalu bersih dari sedapat kotoran. Dengan begitu
kekhawatiran berkurangnya volume oksigen terlarut dapat dikurangi. Perlu
diketahui bila volume oksigen terlarut menjadi kecil akan menyebabkan ikan
susuh bernapas.
Setiap minggu penggantian air akuarium perlu dilakukan. Caranya dengan
membuang sepertiga bagian air akuarium untuk kemudian diganti air baru yang
telah diendapkan sehari semalam. Penggantian air yang dilewatkan melalui
sirkulator hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit agar tidak menimbulkan
perubahan keasaman air secara drastis. Pada waktu bersamaan dibersihkan pula
segala isi filter dengan air yang sudah dibubuhi PK (Permanganan kalium),
lalu dijemur hingga benar-benar kering. Untuk memperoleh hasil kerja
maksimal, filter sebaiknya diganti setelah masa pemakaian 3 bulan.
Hati-hati dengan pakan.
Tidak dipungkiri,saat memberi pakan adalah saat-saat terindah memelihara
ikan buaya. Ikan buaya yang dalam kondisi biasa mempunyai gerakan lamban
seperti ikan malas akan berubah gesit kala memangsa ikan atau udang hidup
yang dicemplungkan sebagi pakan. Dalam secepat kilat ikan umpan yang semula
merasa aman hilir mudik di hadapan si buaya tiba-tiba sudah berada di
moncong panjangnya. Seekor ikan aligator berukuran panjang 20 cm dapat
menghabiskan 5 - 10 ekor udang atau ikan beukuran sedang dalam seketika
untuk sekali makan.
Pakan yang paling mudah didapat dan disukai ikan buaya memang berupa
ikan-ikan kecil hidup. Namun yang perlu diperhatikan, bila ada pakan tersisa
harus segera diangkat/dibersihkan, karena faeces yang dikeluarkannya bisa
membuat air akuarium cepat kotor. Sebaliknya bila ingin memberikan pakan
secara ad libitum (tersedia sepanjang waktu), udang hidup adalah yang
terbaik.
Diluar kesukaan si ikan aligator, pakan berupa ikan atau udang hidup tetap
mengandung risiko. Pasalnya pakan tersebut kadang sudah terscemari cendawan
Saprolegnia dan Ichthyophthirius multifiliis ditempat penampungannnya.
Maklum, kedua penyakit yang bisa dengan cepat menular kepada ikan peliharaan
itu tidak terlihat oleh mata telanjang.
Pada tahap dini serangan Saprolegnia dan Ichthyophthirius multifiliis tidak
berbahaya, tetapi bila tidak disegera ditangani akibatnya bisa fatal. Ikan
yang terserang mula-mula hanya merasakan gatal-gatal, sehingga kerap
menggesek-gesekkan tubuhnya pada dinding atau benda-benda di dalam akuarium.
Selanjutnya, gesekan menyebabkan sisik ikan terlepas. Dan ikan menjadi liar
alias stres. Jika ikan sudah stres hampir bisa dipastikan nafsu makannya
turun, bahakn mungkin tidak mau makan sama sekali dan akhirnya mati.
Mengatasi serangan cendawan tahan dinin bisa dilakukan dengan memberikan
beberapa tetes Tetra Aqua Safe dalam akuarium secara berkala. Tetra Aqua
Safe ini selain mengobati cendawan, juga sekaligus menjernihkan air. Tetapi
bila serangannya sudah parah, terapi yang dilakukan adalah dengan cara
emindahkan ikan ke akuarium bersih yang telah dicampur obat Tropical Fish
Medicine pada airnya. Lalu biarkan ikan beberapa jam disana, sambil akuarium
semula dikras total hingga benar-benar kering.
Selalin cendawan Saprolegnia dan bakteri ich, biasanya dalam pakan terbawa
cacing jangkar (Lernaena cyprinaceae) dan Argulus idicus  yang berbentuk
bulat dan berwarna kehijauan. Kedua organisme itu juga dapat mengganggu
kesehatan ikan. Nah, agar terhindar dari organisme yangmerugikan, biasakan
ikan atau udang yang baru dibeli untuk pakan tidak langsung diberikan kepada
si aligator, melainkan harus dikarantinakan terlebih dahulu  dengan
memasukkannya ke dalam air yang dibubuhi obat.
Semoga dengan penangann yang baik serta pakan yang bermutu, sang ikan
aligator dapat dinikmati keanggunannya setiap saat. 


2 komentar:

  1. bro q copas isi blogx y,tp sumber tetap saya cntumkan di blog q

    BalasHapus
  2. Suhu sampe 250 *c ??????? Gak mateng tuh ikan

    BalasHapus